Friday, February 2, 2018

Pemprov DKI: Mau Diajari Jurus Genjot Becak, Begini Jawaban Telak Tukang Becak


Mari kita sedikit rileks, karena ulasan saya kali ini lebih ringan namun menghibur. Tak usah yang berat-berat, nanti pusing kayak tetangga sebelah. Masih ingat di benak kita, berawal dari keinginan Anies-Sandi membatalkan kembali larangan becak beroperasi. Pelan namun pasti, timbul berbagai reaksi serta jalinan cerita bak drama komedi yang bikin ngakak.

Dengan alasan keberpihakan, becak akan diijinkan beroperasi meski hanya boleh di wilayah kampung saja. Meski begitu, kita khawatir mereka akan seperti PKL yang bisa bermunculan di mana-mana. Seperti kata mantan Gubernur Sutiyoso, yang angkat tangan melihat mereka hingga terpaksa melarang becak. Anies-Sandi sangat diragukan dalam mengurus mereka. PKL saja kewalahan, apalagi kalau nanti becak tiba-tiba bandel dan melangggar aturan. Sudah terlambat bro. Anies-Sandi sangat lembek dalam hal ketegasan. Nilai merah.

Sandiaga pernah menghibur kita semua karena pernah berwacana ingin memberikan pelatihan cara genjot becak yang bagus. Saya yakin dunia maya terguncang karena tertawa ngakak. Sebuah pelatihan yang sangat luar biasa konyolnya. Ini adalah pemikiran yang sangat dangkal sekali.

Ibarat begini, siswa sedang duduk di kelas. Anda sebagai seorang guru, apa tugasnya? Mengajar dan mendidik, kan? Mengajar mata pelajaran sekolah serta mendidik akhlak dan moral. Bagaimana jadinya kalau ada seorang guru yang kurang kerjaan, dan ajari muridnya cara duduk di kursi yang benar? Tak penting sama sekali. Duduk ya duduk, palingan cuma kasih tahu duduk tegak biar badan gak bungkuk. Memangnya ada teknik lain, misalnya sudut antara pantat dengan kursi harus tegak lurus dan punggung harus miring sekian derajat dengan sisi horizontal kursi atau kedua kaki harus terbuka sekian derajat biar nyaman?

Seperti diberitakan Tribunnews, seorang tukang menyayangkan program mengayuh becak yang direncanakan oleh Pemprov DKI Jakarta. "La wong kami sudah 20 tahun lebih narik becak, kok masih diajari?" Katanya. Menurutnya, mengemudikan becak beda dengan mobil atau motor karena potensi terjadi kecelakaannya lebih besar. "Butuh dilatih itu kan karena sering terjadi kecelakaan. Sedangkan becak itu gak perlu ngebut-ngebut. Jadi pelatihan itu ya menurut saya kurang berguna," katanya.

Kalau pun nanti Pemprov menggantikan becak konvensional dengan becak listrik, para penarik becak hanya perlu diberitahukan cara mengoperasionalkannya. "Ya kami gak bodoh-bodoh banget kok. Karena teori dan praktik terkadang jauh berbeda. Cukup diberitahu saja cara mengendalikannya. Gak perlulah dilatih segala," katanya.



Hahahaha, kadang aneh ya. Komentar penarik becak di atas jauh lebih masuk akal ketimbang konsep pelatihan konyol cara mengayuh becak. Sandiaga yang seorang pebisnis dan lulusan luar negeri, masa pemikirannya kalah dengan seorang penarik becak?

Beberapa dari mereka ada yang sudah puluhan tahun menarik becak, sudah pasti tahu seluk beluk menggenjot becak lah. Practice makes perfect. Pengalaman yang membuat mereka tahu apa yang harus dilakukan dan cara mengayuh yang benar. Jadi tidak nyambung kalau Pemprov mau ajari mereka cara genjot lagi. Memangnya ada trik baru atau ada jurus rahasia yang belum pernah terungkap? Atau mungkin sudah ditemukan kitab ilmu cara genjot becak yang baru saja ditemukan di situs purbakala yang terkubur selama ribuan tahun?



Jadi apa yang dilakukan Pemprov terkait pelatihan genjot becak, sama seperti mengajari ikan untuk berenang dengan baik, atau mengajari cheetah untuk berlari dengan cepat. Tak usah deh. Mereka sudah paham dan ahli. Apa lagi yang mau diajari, kecuali mungkin ada kitab kuno kayak di film-film silat yang bisa ajarin cara genjot dengan kecepatan 100 km/jam.

Malah jauh lebih baik kalau mereka (para penarik becak) diajari etika untuk tidak lawan arus, tidak melanggar aturan dan rambu jalan. Seperti yang sudah kita ketahui, becak bersama dengan PKL kadang agak bandel dan suka melawan aturan. Pola pikir seperti itu yang harus dibenahi. Kalau tidak, sama saja bakal bikin macet dan lalu lintas tersendat. Mereka sudah pintar genjot becak, tapi kadang harus diajari untuk hargai jalan dan lalu lintas. Karena kalau tidak seperti itu, nanti tak bisa terkontrol. Akhirnya kita tahu apa yang akan dilakukan Anies-Sandi kalau sudah kewalahan.

No comments:

Post a Comment